ASSALAMUALAIKUM > Selamat datang di blog erL yang gak seberapa ini, Sekedar berbagi,( jangan lupa meninggakan pesan maupun jejak yah ),, (^__^) Terima Kasih...

Translate

Jumat, 24 Juni 2011

I LOVE U COZ ALLAH



Ya Allah,,, Ya Rabbi,,,
...
Tolong beritahu si dia
Aku ada pesanan untuknya,,,
Tolong beritahu si dia
Cinta agung adalah cintaNYA

Tolong beritahu si dia
Cinta manusia bakal
Membuatnya alpa

Tolong nasihati si dia
Jangan mencintaiku lebih dari
Dia mencintai Yang Maha Esa

Tolong nasihati si dia
Jangan mengingatiku lebih dari
Mengingati Yang Maha Kuasa

Tolong nasihati si dia
Jangan mendo'akanku lebih dari
Dia mendo'akan kedua ibu bapanya

Tolong katakan pada si dia
Dahulukan Allah
Karena disitu ada syurga

Tolong katakan pada si dia
Dahulukan ibu bapanya
Karena ditelapak itu syurganya

Tolong ingatkan si dia
Aku terpikat karna imannya
Bukan rupa

Tolong ingatkan si dia
Aku lebih cintakan zuhudnya
Bukan harta

Tolong ingatkan si dia
Aku kasihinya karena santunnya

Tolong tegur si dia
Bila dia mula mengagungkan
Cinta manusia

Tolong tegur si dia
Bila dia tenggelam
Dalam angan anganya
Tolong tegur si dia
Bila nafsu mengawal fikirannya

Tolong sadarkan si dia
Aku milik Yang Esa

Tolong sadarkan si dia
Aku masih milik keluarga

Tolong sadarkan si dia
Tanggung jawabnya besar
Kepada keluarganya

Tolong sabarkan si dia
Usah ucap cinta
Dikala cita belum terlaksana

Tolong sabarkan si dia
Andai diri ini enggan dirapati
Karna menjaga batasan cinta

Tolong sabarkan si dia
Jaga jarak menjadi penyebab
Bertambah rindunya

Tolong pesan kepadanya
Aku tidak mau menjadi
Fitnah besar kepadanya

Tolong pesan kepadanya
Aku tidak mau menjadi
Punca kegagalannya

Tolong pesan kepadanya
Aku membiarkan Yang Maha Esa
Menjaga dirinya
Tolong kabarkan pada si dia
Aku tidak mau melekakan dia

Tolong kabarkan pada si dia
Aku mau dia berjaya
Dalam impian dan cita citanya

Tolong kabarkan pada si dia
Aku sentiasa mendo'akan kejayaannya

Tolong sampaikan pada si dia
Aku mendambakan
Cinta suci yang terjaga

Tolong sampaikan pada si dia
Hubungan ini terjaga
Selagi
Dia menjaga hubungan dengan
Yang Maha Kuasa

Tolong sampaikan pada si dia
Karena aku tidak mampu
Memberitahunya sendiri.

Wallahu'alam bishshawwab




Kamis, 23 Juni 2011

Kata kan Cinta ^^

Kawan, saat engkau bangun pagi ini, sudahkah engkau katakan cinta bagi orang-orang terdekat: Istri atau Suami? Ibu, Bapak, Kakek, Nenek, Adik, Kakak dan kerabatmu?

Belum, mungkin itu jawabmu. Karena di keluargamu tak ada budaya mengatakan cinta. Hingga kagok terasa bila harus mengungkapkannya.

Boro-boro, barangkali itu katamu. Sedang pagi hari semua harus ke tampat kerja dan ke sekolah, berpacu dengan waktu. Mana sempat bilang I Love U?

Kawan, saat bertemu dengan para sahabat hari ini, sudahkah engkau sampaikan cinta bagi mereka? Semua orang dekat baik di mata maupun di hati? Semua orang dekat baik karena darah maupun pertalian aqidah?
Tidak! Mungkin begitu tangkismu. Kebersamaanmu dengan mereka lebih karena tuntutan kerja dan aktifitas, mungkin itu jawabnya.

Tak biasa! Barangkali demikian kau bilang. Toh, obrolan dan jalan bersama sudah menunjukkan cinta. Hingga ia tak harus diuntai dalam kata. Sedang sikap dan perhatian lebih menunjukkan rasa yang kau punya untuk mereka.
Bisa jadi demikian halnya. Namun, alangkah indah jika engkau coba Sabda kekasihNya.

Dari Abu Karimah Al Miqdad bin Ma’dikariba ra, dari Nabi SAW, beliau bersabda: “Apabila seseorang mencintai Saudaranya, beritahukanlah kepadanya bahwa ia mencintainya” (HR Abu Daud)

Dari Anas ra, ia berkata: Ada seorang laki-laki duduk di hadapan Nabi SAW, kemudian ada seseorang yang lewat di situ, lalu orang yang duduk di hadapan Nabi berkata: “Ya, Rasulullah, sesungguhnya saya mencintai orang itu.”

Nabi SAW bertanya: “Apakah kamu sudah memberitahukan kepadanya?”

Dia menjawab: “belum.”

Beliau bersabda: “Beritahukanlah kepadanya!”

Kemudian dia menemui orang itu dan berkata: “Sesungguhnya saya mencintaimu karena Allah.”

Orang itu menjawab: “Semoga kamu dicintai oleh Zat yang menjadikanmu mencintaiku karenaNya” (HR Abu Daud)

Kawan, pernahkah engkau mengunjungi kerabat, saudara dan sahabat, hanya karena engkau ingin mengunjunginya? Semata karena ingin menjalin tali cinta?

Tidak sempat. Bisa jadi seperti itu alasanmu. Terlalu banyak pekerjaan dan urusan yang tak mungkin ditinggalkan.

Kawan, pernahkah engkau menelepon ‘hanya’ untuk sekedar bersilaturahmi? Sekedar menyapa, mendengar suara di seberang sana dan menanyakan kabarnya?
Ah, tak terpikirkan. Dapat pula itu ungkapmu. Sedang masih banyak nomor terkait kewajiban menunggu untuk dihubungi.

Mungkin ada baiknya, jika engkau dengar sabda Sang Nabi berikut ini.

Dari Abu Hurairah ra, dari nabi SAW, beliau bersabda: “Sesungguhnya ada seseorang akan berkunjung ke tempat Saudaranya yang berada di desa lain, kemudian Allah ta’ala mengutus malaikat untuk mengujinya.
Setelah malaikat itu berjumpa dengannya ia bertanya: “Hendak kemanakah kamu?”

Ia menjawab: “Saya akan berkunjung ke tempat saudaraku yang berada di desa itu.”

Malaikat bertanya lagi: “Apakah kamu merasa berhutang budi padanya sehingga merasa perlu mengunjunginya?

Laki-laki itu menjawab: ”Tidak. Aku mengunjunginya semata karena aku mencintainya karena Allah ta’ala.”

Malaikat kemudian berkata: “Sesungguhnya saya adalah utusan Allah untuk menjumpaimu, dan Allah mencintaimu sebagaimana kamu mencintai saudaramu karena Allah (HR Muslim)

Kawan, sudahkah kau jabat tangan saudaramu ketika bertemu? Sudahkah kau peluk keluargamu hari ini?
Pasti, seperti itu barangkali kau sampaikan. Karena itu telah menjadi kebiasaan masyarakat.

Bukan, sahabat! Karena ia adalah sesuatu yang disunnahkan. Menjadi penggugur dosa para pelakunya. Mewujudkan cinta para penghasungnya. Semoga berita yang dibawa sahabat dari sang pembawa risalah meneguhkanmu.

Dari Abu Hurairah ra, ia berkata: “Nabi SAW mencium Al Hasan bin Ali ra, kemudian Aqra’ bin Habis berkata: Sesungguhnya saya memiliki sepuluh anak, tetapi saya tidak pernah mencium seorang pun dari mereka.” Maka Nabi SAW bersabda: “Barangsiapa tidak mengasihi ia tidak akan dikasihi.” (HR Bukhari dan Muslim)

Dari ‘Aisyah ra, ia berkata: “Zaid bin Haritsah dtang ke Madinah dan rasulullah SAW sedangn berada di rumahku, kemudian ia datang dan mengetuk pintu, lantas Nabi bangkit dan menarik kainnya, serta memeluk dan menciumnya.” (HR Turmudzi)

Dari Al Barra’ ra, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: “ dua orang islam yang bertemu kemudian mereka berjabat tangan maka dosa kedua orang tersebut diampuni sebelum keduanya berpisah.” (HR Abu Dawud)
Kawan, mengatakan cinta bukanlah tabu, bahkan ia disunnahkan Al musthafa.. Engkau tidak harus romantis untuk melakukannya. Engkau tidak usah malu karena merasa sudah bukan masanya. Karena cinta tidak mengenal usia. Bolehlah ia diungkap oleh anak kepada Bapak dan ibunya, Ayah bunda pada sang putra, keponakan kepada kerabatnya. Seseorang pada sahabatnya. Terlebih bagi pasangan hidupnya. Karena cinta adalah bahasa dunia.

Maka, apa yang menghalangimu mengatakan Aku Cinta Padamu hari ini, dan menunjukkan kasih sayang pada keluarga, saudara, kaum kerabat dan sahabat?

sumber: kafemuslimah.com

Perempuan di Otak Lelaki

Kamu tau kenapa saya suka wanita itu pakai jilbab? Jawabannya sederhana, karena mata saya susah diajak kompromi. Bisa dibayangkan bagaimana saya harus mengontrol mata saya ini mulai dari keluar pintu rumah sampai kembali masuk rumah lagi. Dan kamu tau? Di kampus tempat saya seharian disana, kemana arah mata memandang selalu saja membuat mata saya terbelalak. Hanya dua arah yang bisa membuat saya tenang, mendongak ke atas langit atau menunduk ke tanah.

Melihat kedepan ada perempuan berlenggok dengan seutas “Tank Top”, noleh ke kiri pemandangan “Pinggul terbuka”, menghindar kekanan ada sajian “Celana ketat plus You Can See”, balik ke belakang dihadang oleh “Dada menantang!” Astaghfirullah… kemana lagi mata ini harus memandang?

Kalau saya berbicara nafsu, ow jelas sekali saya suka. Kurang merangsang itu mah! Tapi sayang, saya tak ingin hidup ini dibaluti oleh nafsu. Saya juga butuh hidup dengan pemandangan yang membuat saya tenang. Saya ingin melihat wanita bukan sebagai objek pemuas mata. Tapi mereka adalah sosok yang anggun mempesona, kalau dipandang bikin sejuk di mata. Bukan paras yang membikin mata panas, membuat iman lepas ditarik oleh pikiran “ngeres” dan hatipun menjadi keras.

Andai wanita itu mengerti apa yang sedang dipikirkan oleh laki-laki ketika melihat mereka berpakaian seksi, saya yakin mereka tak mau tampil seperti itu lagi. Kecuali bagi mereka yang memang punya niat untuk menarik lelaki untuk memakai aset berharga yang mereka punya.

Istilah seksi kalau boleh saya definisikan berdasar kata dasarnya adalah penuh daya tarik seks. Kalau ada wanita yang dibilang seksi oleh para lelaki, janganlah berbangga hati dulu. Sebagai seorang manusia yang punya fitrah dihormati dan dihargai semestinya anda malu, karena penampilan seksi itu sudah membuat mata lelaki menelanjangi anda, membayangkan anda adalah objek syahwat dalam alam pikirannya. Berharap anda melakukan lebih seksi, lebih… dan lebih lagi. Dan anda tau apa kesimpulan yang ada dalam benak sang lelaki? Yaitunya: anda bisa diajak untuk begini dan begitu alias gampangan!

Mau tidak mau, sengaja ataupun tidak anda sudah membuat diri anda tidak dihargai dan dihormati oleh penampilan anda sendiri yang anda sajikan pada mata lelaki. Jika sesuatu yang buruk terjadi pada diri anda, apa itu dengan kata-kata yang nyeleneh, pelecehan seksual atau mungkin sampai pada perkosaan. Siapa yang semestinya disalahkan? Saya yakin anda menjawabnya “lelaki” bukan? Oh betapa tersiksanya menjadi seorang lelaki dijaman sekarang ini.

Kalau boleh saya ibaratkan, tak ada pembeli kalau tidak ada yang jual. Simpel saja, orang pasti akan beli kalau ada yang nawarin. Apalagi barang bagus itu gratis, wah pasti semua orang akan berebut untuk menerima. Nah apa bedanya dengan anda menawarkan penampilan seksi anda pada khalayak ramai, saya yakin siapa yang melihat ingin mencicipinya.

Begitulah seharian tadi saya harus menahan penyiksaan pada mata ini. Bukan pada hari ini saja, rata-rata setiap harinya. Saya ingin protes, tapi mau protes ke mana? Apakah saya harus menikmatinya? tapi saya sungguh takut dengan Zat yang memberi mata ini. Bagaimana nanti saya mempertanggungjawabkan nanti? sungguh dilema yang berkepanjangan dalam hidup saya.

Allah Taala telah berfirman: “Katakanlah kepada laki-laki yang beriman, Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya”, yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat. Katakanlah kepada wanita beriman “Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya.” (QS. An-Nuur : 30-31).

Jadi tak salah bukan kalau saya sering berdiam di ruangan kecil ini, duduk di depan komputer menyerap sekian juta elektron yang terpancar dari monitor, saya hanya ingin menahan pandangan mata ini. Biarlah mata saya ini rusak oleh radiasi monitor, daripada saya tak bisa pertanggung jawabkan nantinya. Jadi tak salah juga bukan? kalau saya paling malas diajak ke mall, jjs, kafe, dan semacam tempat yang selalu menyajikan keseksian.

Saya yakin, banyak laki-laki yang punya dilema seperti saya ini. Mungkin ada yang menikmati, tetapi sebagian besar ada yang takut dan bingung harus berbuat apa. Bagi anda para wanita apakah akan selalu bahkan semakin menyiksa kami sampai kami tak mampu lagi memikirkan mana yang baik dan mana yang buruk. Kemudian terpaksa mengambil kesimpulan menikmati pemadangan yang anda tayangkan?

So, berjilbablah … karena itu sungguh nyaman, tentram, anggun, cantik, mempersona dan tentunya sejuk dimata.

< aFwan ,, >

Selasa, 21 Juni 2011

Hukum Menggandeng Nama Isteri dengan Nama Suami

 Tidak diperbolehkan menasabkan seseorang dengan selain nama ayahnya termasuk menggandengkan nama seorang istri dengan nama suaminya sebagaimana banyak terjadi di negeri-negeri barat. Seperti seorang wanita —misalnya— yang bernama Siti menikah dengan Ahmad lalu wanita itu dipanggil dengan Siti Ahmad.
Perbuatan di atas termasuk menasabkan kepada bukan ayahnya yang dilarang Allah swt berdasarkan firman-Nya :

ادْعُوهُمْ لِآبَائِهِمْ
“Panggilah mereka (anak-anak angkat itu) dengan (memakai) nama bapak-bapak mereka.” (QS. Al-Ahzab [33] : 5)

Markaz al Fatwa didalam fatwanya No. 17398 menyebutkan bahwa menyandarkan nama istri kepada nama suaminya atau keluarga suaminya dan mencukupkan dengannya daripada nama ayahnya tidaklah diperbolehkan. Hal itu termasuk di antara kebiasaan orang-orang kafir.
Allah swt berfirman :

ادْعُوهُمْ لِآبَائِهِمْ هُوَ أَقْسَطُ عِندَ اللَّهِ فَإِن لَّمْ تَعْلَمُوا آبَاءهُمْ فَإِخْوَانُكُمْ فِي الدِّينِ وَمَوَالِيكُمْ
“Panggilah mereka (anak-anak angkat itu) dengan (memakai) nama bapak-bapak mereka; Itulah yang lebih adil pada sisi Allah, dan jika kamu tidak mengetahui bapak-bapak mereka, Maka (panggilah mereka sebagai) saudara-saudaramu seagama dan maula-maulamu.” (QS. Al Ahzab [33] : 5)

Allah juga berfirman :
“Dan (ingatlah) Maryam binti Imran yang memelihara kehormatannya,” (QS. Al Ahzab [33] : 12)
Begitu juga dengan nama para istri Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam tidaklah dinasabkan kepadanya meski agungnya kedudukan beliau shalallahu ‘alaihi wa sallam di sisi Allah dan di sisi manusia. Akan tetapi mereka dipanggil dengan Aisyah binti Abu Bakar, Hafshah binti Umar, Zainab binti Jahsy begitu pula yang lainnya.
Dan jika seorang istri disandarkan kepada suaminya dengan penyandaran suami istri bukan nasab, sebagaimana didalam ayat :

ضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا لِّلَّذِينَ كَفَرُوا اِمْرَأَةَ نُوحٍ وَاِمْرَأَةَ لُوطٍ
“Allah membuat isteri Nuh dan isteri Luth sebagai perumpamaan bagi orang-orang kafir.” (QS. At Tahrim [66] : 10)

Maka haruslah disebutkan Fulanah istri Fulan atau Istri Fulan sementara didalam nasab dan surat-surat dokumen tidakla disebut kecuali dengan Fulanah binti Fulan. (ayahnya).
Adapun sebab mengapa penggandengan nama istri dengan suaminya termasuk kedalam penggantian nasabnya kepada selain nama ayahnya maka menurut Syeikh Muhammad Sheleh al Munjid karena besarnya pengaruh barat didalam pemberian nama.

Diantaranya adalah apa yang banyak terjadi di masyarakat sekarang dengan menghilangkan lafazh “bin” atau “binti” diantara nama-nama mereka dan nama bapak-bapak mereka. Sebab —awalnya— adalah pengadopsian anak-anak yang banyak dilakukan oleh. sebagian keluarga lalu mereka menggandengkan nama-nama mereka (anak-anak itu) kepada nama-nama mereka sehingga mereka dipanggil dengan “Fulan Fulan” sedangkan terhadap anak-anak mereka yang sebenarnya dipanggil dengan Fulan bin Fulan.
Lalu secara perlahan —pada abad ke-14— mereka menghilangkan lafazh “bin” dan “binti” dan ini ditolak baik dari aspek bahasa, kebiasaan maupun syar’i.

Beliau juga menambahkan bahwa tidak ada hubungan nasab antara suami dan istri lantas bagaimana bisa digandengkan kepada nasabnya lalu bagaimana jika dia diceraikan atau suaminya meninggal dunia atau wainta itu menikah dengan lelaki lain maka apakah nasabnya terus dirubah setiap kali wanita menikah dengan lelaki lain? (al Islam Sual wa Jawab)

Adapun menamakan anak dengan nama ayahnya atau nama kakekanya, seperti Ahmad bin Ahmad atau Ahmad bin Zaid bin Ahmad maka dibolehkan.

Wallahu A’lam.
NOTE ini sayA posting untuk pembelajaran < tabungan > di kemudian hari  apabila telah ber suami nanti . ^^

Senin, 20 Juni 2011

Kisah si Muslimah

“Ya Allah, karuniakanlah kepada kami pendamping yang dapat menenteramkan hati kami
Yang dapat mendekatkan diri kami kepada-Mu
Yang dapat mengistiqomahkan kami di jalan-Mu
Yang rela syahid di jalan-Mu”


Tak pernah menyebut sebuah nama dalam memanjatkan doa kepada Allah SWT,
sebagaimana sebuah pesan yang indah :


“Mana laki-laki baik yang Anda tunggu-tunggu itu?
Yang menutup pendengarannya dari hal-hal yang haram,
yang menundukkan pandangannya dan yang mencari wanita yang baik,
melalui jalan yang digariskan?
Laki-laki itu namanya tidak tercatat dalam ingatanmu, juga tidak alamat,
atau nomor teleponnya.
Ia hanyalah deretan sifat-sifat yang jika terdapat pada seorang laki-laki yang melamarmu,
maka dialah calon suamimu…
Jika belum ada, maka tidak ada ketergantungan apapun kepada seseorangpun.”


Cinta seorang muslimah mahal harganya
Hanya akan dilabuhkan cinta pada seseorang yang diridhai Allah SWT,
Hanya bisa dibeli dengan sebuah mitsaqan ghalizan
Hanya dengan akad nikah yang indah
Yang disaksikan oleh Allah SWT dan malaikat-malaikat-Nya,
keluarga, dan teman-teman
Wanita dicipta bukan untuk dikagumi banyak laki-laki,
tapi untuk seorang laki-laki..., suami.
Suami adalah anugerah dari Allah SWT untuk meraih surga-Nya
Seorang wanita boleh memasuki pintu surga,
Melalui pintu surga yang mana saja yang disukainya,
Cukup dengan 4 syarat saja, yaitu : shalat 5 waktu, puasa di Bulan Ramadhan,
taat kepada suaminya dan menjaga kehormatannya

Mangarungi bahtera keluarga dengan doa,

“Ya Allah.. Engkau jadikanlah rumah tangga, surga sebelum surga
Tuhan…, jadikanlah rumahku masjid-Mu untuk mengingati-Mu,
Sumber ilham dan ilmu… Sumber ketenangan
Ya Allah… Engkau jadikanlah keluargaku.. tapak perjuanganku”


Allahumma aamiin

Minggu, 19 Juni 2011

BeNer Gak Sih ??? ^^

20 kriteria ikhwan genit :
  1. Ikhwan genit akan bergaya dia paham agama tapi sebenarnya biasa-biasa saja.
  2. Ikhwan genit jarang ke masjid, ke Masjidnya pas jum’atan saja. Pas jum’atan aja masih diselingi ngantuk, rame sendiri, dan sibuk dengan HP nya.
  3. Ikhwan genit, akan menyingsingkan celananya alias menjadi sosok congklangers ( biar ga isbal ) di depan para akhwat sedang klo bertemu dengan cewek biasa diturunkan lagi celananya.
  4. Ikhwan genit suka chatting dengan akhwat, diskusi dengan hal-hal yang ga perlu, katanya segh dakwah di dunia maya, tetapi yang diobrolkan jauh dari nilai esensi dakwah.
  5. Ikhwan genit suka nelpon-nelpon akhwat tanpa agenda yang jelas, lama banget, n mendayu-dayu, padahal sms saja bisa.
  6. Ikhwan genit, memanfaatkan amanah dakwah nya untuk kepentingan dirinya, dan menseleksi akhwat, menilai akhwat layak tidak untuk dirinya, sekufu tidak dengan dirinya, dan orientasi pribadi lainnya.
  7. Ikhwan genit memanfaatkan kepandaiannya dalam skill tertentu untuk menarik akhwat, misal skill memperbaiki komputer, HP, pemrograman, buat blog (site) dan buat proposal atau kerja teknis lainnya.
  8. Ikhwan genit berjalan suka jelalatan, klo ada akhwat yang melintas di depannya selalu memberi penilaian, “ akhwat ini 80, akhwat itu 70… dsb”
  9. Ikhwan genit, sok perhatian ke akhwat, mempunyai belas kasihan yang terlalu berlebihan, padahal biasa-biasa saja sebenarnya bisa.
  10. Ikhwan genit, suka bercanda dan cair dengan akhwat, dan ga risih dengan syuro yang berhadap-hadapan.
  11. Ikhwan genit suka sekali sms tausiyah padahal sebenarnya dia lagi kangen saja sama akhwat idolanya, menurut saya etika sms tausiyah,” sent to all”, ga ada spesifikasi untuk ikhwan/akhwat tertentu, atau untuk lebih berhati-hati ikhwan sms tausiyahnya ke ikhwan dan akhwat ke akhwat.
  12. Ikhwan genit yang kebetulan mendapat amanah di kaderisasi, perhatian n sok campur tangan dengan kaderisasi akhwat, padahal jelas-jelas kaderisasi ikhwan dan akhwat benar-banar sesuatu yang terpisah, dan semuanya sudah ada yang ngurusin.
  13. Ikhwan genit suka menjanjikan “ nikah “ kepada seorang akhwat padahal itu masih lama banget menikahnya alias ngetek duluan, n yang terjadi akhirnya adalah back street.. wew parah!!
  14. Ikhwan genit suka koleksi foto akhwat, dan suka menge-crop foto akhwat yang jadi idolanya, dan lebih gila lagi, menjadikannya background atau screen servernya di komputernya atau laptopnya.
  15. Ikhwan genit suka koleksi teman-teman akhwat dengan FB, YM, dan sok perhatian ngasih komen di FB nya.
  16. Ikhwan genit ga suka kajian, tapi seneng beli buku, padahal bukunya juga ga dibaca.
  17. Ikhwan genit suka jalan-jalan on sunday morning dan melotot lihat akhwat cantik, n ga bisa ghadhul bashar, ayo ikhwan tundukkan pandanganmu, biar kami bisa leluasa kalau harus berjalan di depanmu.“Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat”. Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya,…" (QS. An-Nuur [24]: 30-31)
  18. Ikhwan genit dalam obrolan teman sesamanya yang dibicarakan selalu seputar akhwat, minim membahas ilmu dien, dan strategi dakwah.
  19. Ikhwan genit sering berkunjung ke tempat akhwat, banyak sekali alasannya, entah mau pinjem buku, mau ngantar sesuatu, atau apalah tanpa ada alasan yang jelas.
  20. Ikhwan genit suka tertawa terbahak-bahak ga karuan kalau lagi berkumpul sesamanya, padahal kelihatannya antheng & alim banget pas di depan akhwat & pas syuro’.

Umar bin Utsman berkata: “ Ilmu itu adalah pemimpin, takut adalah pengemudi, sedangkan nafsu adalah kuda yang mogok diantara keduanya yang menipu dan berpura-pura. Waspadalah dan jagalah dia dengan siasat ilmu dan kemudikan dia dengan ancaman ketakutan, maka engkau akan mendapatkan apa yang engkau harapkan.”

Abu Ja’far Al-Mihwali berkata: “Haram atas hati yang mencintai dunia untuk mendapatkan ketenangan dan kehormatan ilahi. Haram atas jiwa manusia yang senang keduniaan untuk mendapatkan kemanisan dan kelezatan akhirat. Haram atas orang alim yang tidak mengamalkan ilmunya untuk dijadikan imam bagi orang-orang yang bertakwa”

“ Dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah nisacaya Dia akan menghapus kesalahan-kesalahan dan melipat gandakan pahala baginya.” (QS Ath-Thalaq: 5)

Semoga dgn catatan ini kita dapat mengevaluasi diri... Mohon maaf bila ad yg tersinggung (yang tersinggung berarti merasa)...Semua ini hanya utk dijadikan pelajaran, karena manusia adalah tempat salah dan khilaf, bukan hanya plajaran utk ikhwan tetapi jga pelajaran utk akhwat.. Wallahu'alam.


sumber: < Ikhwan Akhwat> ^^

Jumat, 17 Juni 2011

CINTAI DIA DALAM DIAM DARI KEJAUHAN

Ketika CINTA kini hadir tidaklah untuk yg Maha Mengetahui, saat secercah rasa tidak lagi tercipta untuk yg Maha Pencipta, izinkanlah hati bertanya untuk siapa ia muncul dg tiba tiba. Mungkinkah dengan RidhaNYA atau hanya mengundang MurkaNYA,,,???

Jika benar CINTA itu karena ALLAH, maka biarkanlah ia mengalir mengikuti aliran ALLAH karena hakikatnya ia berhulu dari ALLAH maka iapun berhilir hanya kepada ALLAH.

"Dan segala sesuatu kami ciptakan berpasang pasangan agar kamu mengingat kebesaran ALLAH."
(QS.Az Zariyat:49)

"Dan nikahkanlah orang2 yg masih membujang diantara kamu, dan jg orang2 yg layak menikah dari hamba2 sahayamu yg laki laki dan perempuan; jika mereka miskin, ALLAH akan memberi kemampuan kpd mereka dg karuniaNYA. Dan ALLAH Maha Luas (pemberianNYA), Maha Mengetahui.''
(QS.An Nur:32)

"Dan diantara tanda2 kebesaranNYA ialah DIA menciptakan pasangan2 untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan DIA menjadikan diantaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh, pada yg demikian itu benar2 terdapat tanda2 kebesaran ALLAH bagi kaum yg berfikir.''
(QS.Ar Rum:21)

Tetapi kelemahan masih nyata diprlupuk mata
Maka bersabarlah,,,
Berdo'alah,,,
Dan Berpuasalah,,,

CUKUP CINTAI DIA DALAM DIAM,,,

Bukan karena membenci hadirnya,,,
Tetapi menjaga kesuciannya
Bukan menghindari dunia
Tetapi meraih syurgaNYA
Bukan lemah untuk menghadapinya
Tetapi menguatkan jiwa dari godaan syetan
Yang begitu halus dan menyelusup

CUKUP CINTAI DIA DARI KEJAUHAN

Karena hadirmu tiada kan mampu
Menjauhkannya dari ujian,,,
Karena hadirmu hanya akan
Menggoyahkan iman dan ketenangan,,,
Karena mungkin saja kan membawa
Kelalaian hati hati yg terjaga,,,

CUKUP CINTAI DIA DENGAN KESEDERHANAAN

Memupuknya hanya akan menambah penderitaan
Menumbuhkan harapan hanya akan
Membumbui kebahagiaan para syetan

MAKA CINTAILAH DIA DENGAN KEIKHLASAN

Karena tentu kisah Fatimah dan Ali bin Abi Thalib r.a
Diingini oleh hati,,,
Tetapi sanggupkah jika semua berakhir
Seperti sejarah cinta Salman Al Faridi,,???

"Diwajibkan atas kamu berperang, padahal itu tidak menyenangkan bagimu. Tetapi boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah Mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.''
(QS.Al Baqarah:216)

"Perempuan2 yg keji untuk laki2 yg keji, dan laki2 yg keji untuk perempuan2 keji pula, sedangkan perempuan2 yg baik untuk laki2 yg baik, dan laki2 yg baik untuk perempuan2 yg baik pula. Mereka itu bersih dari apa yg dituduhkan orang. Mereka memperoleh ampunan dan rezeki yg mulia (Syurga).''
(QS.An Nisa:26)

CUKUP CINTAI DIA DALAM DIAM DARI KEJAUHAN DENGAN KESEDERHANAAN DAN KEIKHLASAN

Karena tiada yg tahu rencana Tuhan
Mungkin saja rasa ini ujian yg akan
Melapuk atau membeku dg perlahan

Karena hati ini begitu mudah
Untuk dibolak balikkan
Serahkan rasa yg tiada sanggup
Dijadikan halal itu pada yang
Memberi dan memilikinya
Biarkan DIA yg mengatur semuanya
Hingga keindahan itu
Datang pada waktunya

Wallahu'alam bishshawwab

Mengubah Cemburu Menjadi Energi Positif

Ikhlas lah ketika kita tahu ada orang yang lebih bernilai dari kita. Lalu jangan menjadi pencemburu kalau hanya berhenti sampai jadi pencemburu semata. Akan tetapi segera sambut rasa cemburu tadi dengan usaha keras yang pada akhirnya akan meningkatkan kualitas diri kita. Membuat kita jadi lebih bernilai dari orang lain.

Bersikaplah cemburu kepada sifat-sifat positif dari orang lain, bukan pada pribadi orangnya. Sebab, kalaupun rasa cemburu itu bermula dan akhirnya bermuara kepada sebuah perasaan yang bernama cinta, pada hakikatnya seseorang tentu ingin mendapat yang terbaik bagi dirinya. Namun keinginan itu tentunya juga harus diimbangi dengan upaya yang dapat menjadikan dirinya seberkualitas seperti orang yang ingin dia dapatkan itu.

Sangatlah tidak adil ketika seseorang menginginkan yang terbaik bagi dirinya, sementara ia sendiri tidak pernah berusaha membuat dirinya menjadi yang terbaik. Yang jelas, ketika ada seseorang yang merasa kagum atas orang lain, tentulah itu dikarenakan orang tersebut memiliki nilai lebih. Entah apa pun itu, yang pasti ia memiliki banyak hal yang postif dan mungkin jarang atau tidak dimiliki oleh kebanyakan orang. Maka mengapa perasaan cemburu itu tidak kita arahkan saja agar menjadi penyemangat kita supaya lebih baik dari orang yang memiliki nilai lebih tersebut. Secara hubungan antar sesama manusia, tidak ada yang lebih berperan terhadap kualitas diri seseorang melainkan diri orang itu sendiri.

Lingkungan, keluarga, teman-teman, atau orang-orang terdekat dalam hidup mungkin bisa menjadi pendorong, tetapi pada akhirnya tetap kita sendiri yang harus berbuat dan mengambil keputusan, bukan? Nah... jadi untuk mengubah rasa cemburu itu menjadi kumpulan energi positif, mengapa tidak kita ubah saja perspektif kecemburuan itu menjadi lebih luas, tidak terbatas hanya pada cemburu yang berlatarbelakang perasaan cinta lawan jenis semata. Sebab jika cara pandangnya sempit, hanya berkutat karena masalah cinta saja, biasanya itu cenderung akan membawa pada kemudharatan daripada manfaat.

Tidak sedikit mereka yang merasakan cemburu kepada orang yang ia cintai, pada akhirnya malah membawanya kepada perasaan benci, iri, dan dengki pada pihak ketiga yang mungkin saja sebenarnya dia tidak tahu apa-apa duduk permasalahan yang sebenarnya. Misalnya, ada seorang pria cemburu kepada wanita yang ia cintai, sementara mereka berdua bukanlah pasangan suami-istri. Sang pria cemburu karena ia memiliki perasaan bahwa wanita pujaannya itu merasa lebih tertarik pada pria lain dibanding dirinya. Akhirnya sang pria yang cemburu itu pun malah menjadi benci, iri, dan dengki pada pria yang "dikagumi" oleh wanita yang ia cintai tadi. Sementara pria yang dikagumi oleh wanita tadi, sebenarnya tidak memiliki kepentingan apa pun dalam hubungan mereka berdua, bahkan tidak pernah tahu tentang perasaan "kagum" dari sang wanita tadi.

Namun, sebenarnya tidak semua cemburu itu membawa kesengsaraan dan tidak terpuji. Sebab rasa cemburu merupakan suatu potensi kejiwaan yang bila dipakai dan dikelola pada tempatnya secara wajar justru akan menjadi kontrol positif dan bukan menjadi sikap negatif yang tidak produktif.

Wanita yang paling mulia dan yang paling luhur cita-citanya adalah mereka yang paling pencemburu pada tempatnya. Maka sifat seorang beriman yang cemburu (ghoyyur) pada tempatnya adalah sesuai dengan sifat yang dimiliki oleh Rabb-nya. Siapa yang mempunyai sifat menyerupai sifat-sifat Allah, maka sifat tersebut akan membawanya ke dalam perlindungan Allah dan mendekatkan diri seorang hamba kepada rahmat-Nya.

Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya Allah itu memiliki sifat cemburu dan orang-orang beriman juga memilikinya. Adapun rasa cemburu Allah ialah ketika melihat seorang hamba yang mengaku dirinya beriman kepada-Nya melakukan sesuatu yang diharamkan-Nya.” (HR. Bukhari dan Nasa’i). 

Saya dapat mengerti, bahwa perasaan itu datang dikarenakan kondisi kejiwaan dan pikiran yang dipicu oleh beberapa faktor. Tapi dari sekian banyak faktor, biasanya faktor cinta dan rasa ketertarikan lah yang paling utama menjadi pemicu. Lalu kalau sudah terjadi seperti itu, lantas apakah dilarang dalam agama? Menurut saya tidak menjadi salah jika kecemburuan itu ditempatkan sesuai pada tempatnya. Tidak secara berlebihan atau bahkan malah akan merugikan pihak-pihak tertentu yang sebetulnya tidak terkait atau berkepentingan. 

Dalam sebuah buku yang pernah saya baca (saya lupa judulnya), ditulis oleh Imam Ibnul Qayyim, beliau menganjurkan kepada para muslimah untuk meniru karakteristik bidadari surga yang berhati suci. Sebagaimana disebutkan Allah dalam firman-Nya: “dan untuk mereka di dalamnya terdapat istri-istri yang suci.” (QS. Al Baqarah: 25). Yaitu dengan membangun kejiwaan yang bersih dari perasaan cemburu yang tidak pada tempatnya. Terlebih jika cemburu itu ditujukan pada seseorang yang belumlah menjadi halal baginya.

Pikiran semacam itu terkadang muncul karena bagi saya, pada kenyataannya, cemburu tidak jarang telah mendapatkan stigma dan konotasi yang selalu negatif sebagai bentuk ekspresi dan refleksi yang tidak pada tempatnya, saling curiga, dan sebagainya. Terlebih jika itu terjadi pada orang yang memang belum memiliki hak atas orang yang ia cemburui. Ah... tapi tunggu dulu, bukankah itu adalah kisah kecemburuan seorang Aisyah kepada Rasulullah? Seorang lelaki mulia yang memang telah sah menjadi suaminya. Memang, ketika perasaan cemburu itu datang, ia tidak pernah memandang apakah itu terjadi di antara sepasang suami-istri atau bukan.

Rasa cemburu bisa datang dan dialami siapapun. Bahkan saya pun pernah merasa cemburu dan merasa dicemburui. Namun terkadang saya juga suka merenung. Sering terlintas dalam benak saya beberapa hal terkait perasaan yang satu itu. Seperti misalnya, apakah memang layak seseorang merasa cemburu kepada orang lain, sementara belum ada ikatan pernikahan satu sama lain?

Berkaca pada kisah Aisyah dan Rasulullah di atas, saya menganggap wajar jika Aisyah merasa cemburu terhadap Rasulullah, sebab bukankah beliau memang suaminya. Ketika seorang pria dan wanita saling berikrar setia dalam suatu ikatan pernikahan, dimana Allah telah menjadi saksinya, maka secara otomatis kedua belah pihak (suami dan istri) seakan telah secara resmi melakukan transformasi hak atau kewenangannya satu sama lain. Maksudnya, sang wanita telah memiliki hak atas sang pria karena telah menjadi istrinya. Begitu juga sebaliknya, sang pria memiliki hak atas sang wanita, karena telah menjadi suaminya. Sehingga keduanya layak untuk cemburu ketika ada suatu hal atau kewenangan yang merasa telah terlanggar atas salah satu atau keduanya.

Membicarakan hal yang satu itu, membuat saya teringat kisah-kisah asmara dan romantisme kehidupan keluarga Rasulullah bersama istri-istrinya dahulu. Dikisahkan, istri Rasulullah, Aisyah Radiallahuan pun pernah merasa cemburu kepada suaminya. Dalam sebuah riwayat pernah diceritakan. Pada suatu malam Aisyah pernah ditinggal Rasulullah. Aisyah menyangka bahwa Rasul sedang pergi ke rumah istri beliau yang lain. Kemudian oleh Aisyah diselidiki. Setelah diselidiki, ternyata Rasulullah sedang ruku atau sujud sambil berdoa: 

"Maha suci Engkau dan Maha Terpuji Engkau, tiada sesembahan yang benar melainkan Engkau. Maka Aisyah pun berkata: "Sungguh-sungguh Anda (Rasul) dalam keadaan satu keadaan (ibadah), sedang saya dalam keadaan lain (digoda oleh rasa cemburu)." Riwayat hadits ini shahih lho, diriwayatkan oleh Muslim: I/351-352; Abdul Baqi, An-Nasi'i VII/72, ath-Thayalisi 1405 dan lainnya. Cemburu, dalam bahasa Arab dikenal sebagai ghoirah dan dalam bahasa Inggris disebut jealousy.

Menurut saya, kalaupun seseorang merasakan perasaan tersebut merupakan suatu gejala yang fitrah, wajar, dan alamiah dari seseorang sebagai rasa cinta, sayang, saling memiliki, melindungi (proteksi) dan peduli satu sama lain.

wallahu'alam bishhawwab "  ... < note : dewe + ikhwan akhwat > ^^

Yang Tak Tergantikan

" kisah Aisyah Cemburu kpd kekasihnya < Rasullullah SAW > "

 

Rasulullah yg mengenal cinta hakiki. Cinta beliau terus ada di dalam hati, bahkan tidak padam setelah kematian kekasih beliau, tanpa ada seorang pun yg dapat menggantikannya. Sampai2 membuat cemburu kekasih yg lainnya. Hm, pasti kisah ini tidak asing bagi sahabat semua

Yang tak terlupakan itu adalah Khadijah. Setahun setelah wafatnya, salah seorang sahabat perempuan Khadijah datang menemui Rasulullah dan berkata:
"Wahai Rasulullah, apakah engkau tidak ingin menikah? Engkau memiliki 7 tanggungan dan tugas dakwah yang penting." Tiba2 Rasulullah menangis dan bersabda: "Apakah ada orang lain setelah Khadijah?"

Seandainya Allah tidak memerintahkan beliau untuk menikah dengan istri-istri beliau setelah Khadijah, tentu beliau tidak akan menikah lagi dan tidak akan melupakan Khadijah ra. sekalipun setelah berlalu 14 tahun dari wafatnya. Tidak ada seorang wanita
pun yang dapat menggeser kedudukan Khadijah ra. di hati Muhammad saw, bahkan Aisyah sendiri, istri yang paling dicintai beliau berikutnya tidak mampu menempati kedudukan Khadijah di hati beliau.

Ada kisah tentang hal ini, salah satu kisah Aisyah yang cemburu...
Pada hari penaklukan Makkah, Rasulullah memasuki kota Makkah dengan kemenangan dan keberuntungan. Orang-orang Quraisy pun meminta ampunan dari beliau. Saat itu beliau melihat seorang perempuan tua yang datang dari jauh. Beliau segera meninggalkan kerumunan dan mendekati perempuan tua tersebut, lalu berbicara dengannya. Tidak berapa lama, beliau melepaskan mantel dan meletakkannya diatas tanah, lalu duduk bersama perempuan tua itu diatasnya.

'Aisyah pun menanyakan tentang perempuan tua yang membuat beliau rela memberikan waktu dan bersedia berbicara dengannya pada saat-saat seperti itu. Maka beliau menjawab:"Ini adalah teman Khadijah"
'Aisyah kembali bertanya:"Apa yang kalian bicarakan, wahai Rasulullah?" Beliau menjawab:"Kami berbicara tentang Khadijah"

Ibu kita, Aisyah cemburu berat dan berkata: "Engkau masih mengingat perempuan yang sudah ditutupi tanah itu, padahal Allah telah menggantikan yang lebih baik darinya!"
Aisyah tidak menyadari bahwa itu adalah sebuah kekeliruan kecuali setelah nampak kemarahan di raut wajah Rasulullah saw. Ketika itu pun beliau bersabda: "Demi Allah, tidak ada yang dapat menggantikannya. Sungguh dia menghiburku saat orang-orang mengusirku dan membenarkanku saat orang-orang mendustakanku"
*Dialog yang sangat familiar ya.. :')

Aisyah menyadari kemarahan kekasihnya, maka dia segera berkata: "Maafkan aku, wahai Rasulullah". Beliau bersabda: "Minta maaflah kepada Khadijah, baru aku akan memaafkanmu"

Sebegitunya Nabi kita teramat cinta..bahkan istrinya Aisyah diminta meminta maaf kepada seseorang yang sudah tiada? Hiks.. Sungguh, binar-binar cinta pertama itu tidak meredup, namun terus bersinar di relung-relung hati Muhammad, shalallahu 'alaihi wassalam.

Meski waktu datang dan berlalu
Sampai kau tiada bertahan
Semua takkan mampu mengubahku
Hanyalah kau yang ada di relungku
Hanyalah dirimu
Mampu membuatku jatuh dan mencinta
Kau bukan hanya sekedar indah
Kau tak akan terganti
(Marcell-Takkan Terganti)

WANITA WANITA WANITA


<<WANITA YG DI SAYANGI>>

...Adalah pencipta tuhannya…yg mengalir cinta,takut dan harap…yg menguasai perjalanan penghidupannya,dari waktu ke waktu…dari hari ke hari…sehingga perjalanan di antara…jasad dan nyawanya berakhir..

<<WANITA YG DI RINDUKAN>>

Yg menutup auratnya….dari pandangan mata ANJABI..kehormatan dirinya menjadi mahal nilainya,di sanjung tinggi,penduduk langit dan bumi..

<<WANITA YG DI IMPIKAN>>

Adalah yg mendekatkan,hati yg telah jauh kepada Ar-Rahman Ar-Rahim disaat orang lain di lenakan kebendaan.

<<WANITA YG DI KASIHI>>

Yg bersyukur dgn apa adanya,yg bersabar pada yg tiada,cinta pada hidup yg sederhana,yg tdk bermata kebendaan..

<<WANITA YG DI SUKAI>>

Menjadi dia pada dirinya sendiri,menjadi pelita utk putra putrinya yg bakal dilahirkannya utk menyambung perjuangannya di belakang hari… Tidak banyak syarat yg di kenakan oleh islam utk seseorang wanita utk menerima gelar sholehah dan seterusnya menerima pahala syurga yg penuh kenikmatan dari Allah subhanahuwata’ala.. Mereka hanya perlu memenuhi 2 syarat yaitu: 1.Taat kepada Allah dan Rasul-NYA. 2.Taat kepada suaminya.

Berikut ini antara lain perincian dari dua syarat di atas:

(1)Taat kepada allah Ta’ala dan Rasul-NYA.

Bagaiman taat kepada Allah?? -Mencintai Allah swt dan Rasulullah saw melebihi dari segala-segalanya. -Wajib menutup aurat. -Tidak berhias dan berperangai seperti wanita jahiliah. -Tidak bermusafir atau bersama dgn lelaki dewasa kecuali ada Mahromnya. -Sering membantu lelaki dlm perkara kebenaran,kebajikan dan takwa. -Berbuat baik kepada ibu dan bapa. -Senantiasa bersedekah baik dlm keadaan susah ataupun senang. -Tidak berkhalwat dgn lelaki lain. Bersikap baik dgn tetangga.

(2)Taat kepada suami.

-Memelihara kewajiban terhadap suami. -senantiasa menyenangkan suami. -Menjaga kehormatan diri dan harta suaminya selama suami tiada di rumah. -Tidak cemberut di hadapan suami. -Tidak menolak ajakan suami utk tidur. -Tidak keluar tanpa seijin suami. -Tidak meninggikan suara melebihi suara suami. -Tidak membantah suami dlm kebenaran. -Tidak menerima tamu yg di benci suaminya. -Senantiasa memelihara diri,kebersihan fisik,kecantikan hati dan jiwa serta rumah tangganya.

Semoga bermanfa’at.

salam ukhuwah


++++++++++++++++++++++██++++++++++++++++++
++++++++++++++++++++++██++++++++++++++++++
++++++++++++++█++++++++++++++++++++██+++++
++++++++++++████++++█+█++█++++++███+++++++
+++++++++++████++++██+█++█++++███++██+++++
+++++++++++██+++++++██████++███++++██+++++
++++++++███++++++++++█++█+++++++++++██++++
++++++++++++++++++++++++++++++++++++███+++
++++++++++++++++++++++█++++++++█++++██+█++
++++++++++++███++++++██+++++++███++++█+██+
+++++++++++████+++++++█+++++++████+++█++++
+++█++++++██++█+++++++██+++++++█+██++█++++
++█++++++██++██+++++++██+++++++██+█++██+++
++█+++++██+++█++++++++██+++++++██+█++██+++
++██+++██+++██++++++++██++++++++██+++██+++
++███████+++██++++++++██++++++++██+++██+++
+++████+++++█+++++++++██++++++++██+++██+++
++++++++++++██++++++++██+++++++++█+++██+++
++++++++++++███+++++++███+++++++██+++█++++
++++++++++++███████████████++++███+++█++++
+++++++++++++█████████++█████████+++++++++
++++++++++++++++████++++++█████+++++++++++


Nasehat seorang alim, Ibrahim bin Adham, tentang 10 hal yang menyebabkan hati mati hingga doa tidak dikabulkan adalah :

1.Kamu mengenal Allah, tapi kamu tidak melaksanakan hak-Nya.

2.Kamu membaca kitab Allah, tapi kamu tidak pernah mengamalkannya.

3.Kamu tahu bahwa iblis adalah musuh, tapi kamu tetap mengikutinya perintahnya.

4.Kamu menyatakan cinta kepada Rasullullah SAW, tapi kamu meninggalkan sunnahnya.

5.Kamu menyatakan ingin masuk surga, tapi kamu tidak pernah mengamalkan amalan ahli surga.

6.Kamu mengaku takut masuk neraka. tapi kamu tetap berbuat dosa.

7.Kamu tahu kematian pasti datang, tapi kamu tidak pernah melakukan persiapan untuk mati.

8.Kamu selalu memperhatikan kesalahan orang lain, tapi kamu tidak memperhatikan kesalahan kesalahanmu sendiri.

9.Kamu senang memakan rizqi dari Allah, tapi kamu tidak pernah bersyukur pada-Nya.

10.Kamu sering mengantar jenazah ke kubur, tapi kamu tidak mau mengmbil pelajaran darinya.

Semoga bermanfaat... ^_^