ASSALAMUALAIKUM > Selamat datang di blog erL yang gak seberapa ini, Sekedar berbagi,( jangan lupa meninggakan pesan maupun jejak yah ),, (^__^) Terima Kasih...

Translate

Jumat, 17 Juni 2011

Yang Tak Tergantikan

" kisah Aisyah Cemburu kpd kekasihnya < Rasullullah SAW > "

 

Rasulullah yg mengenal cinta hakiki. Cinta beliau terus ada di dalam hati, bahkan tidak padam setelah kematian kekasih beliau, tanpa ada seorang pun yg dapat menggantikannya. Sampai2 membuat cemburu kekasih yg lainnya. Hm, pasti kisah ini tidak asing bagi sahabat semua

Yang tak terlupakan itu adalah Khadijah. Setahun setelah wafatnya, salah seorang sahabat perempuan Khadijah datang menemui Rasulullah dan berkata:
"Wahai Rasulullah, apakah engkau tidak ingin menikah? Engkau memiliki 7 tanggungan dan tugas dakwah yang penting." Tiba2 Rasulullah menangis dan bersabda: "Apakah ada orang lain setelah Khadijah?"

Seandainya Allah tidak memerintahkan beliau untuk menikah dengan istri-istri beliau setelah Khadijah, tentu beliau tidak akan menikah lagi dan tidak akan melupakan Khadijah ra. sekalipun setelah berlalu 14 tahun dari wafatnya. Tidak ada seorang wanita
pun yang dapat menggeser kedudukan Khadijah ra. di hati Muhammad saw, bahkan Aisyah sendiri, istri yang paling dicintai beliau berikutnya tidak mampu menempati kedudukan Khadijah di hati beliau.

Ada kisah tentang hal ini, salah satu kisah Aisyah yang cemburu...
Pada hari penaklukan Makkah, Rasulullah memasuki kota Makkah dengan kemenangan dan keberuntungan. Orang-orang Quraisy pun meminta ampunan dari beliau. Saat itu beliau melihat seorang perempuan tua yang datang dari jauh. Beliau segera meninggalkan kerumunan dan mendekati perempuan tua tersebut, lalu berbicara dengannya. Tidak berapa lama, beliau melepaskan mantel dan meletakkannya diatas tanah, lalu duduk bersama perempuan tua itu diatasnya.

'Aisyah pun menanyakan tentang perempuan tua yang membuat beliau rela memberikan waktu dan bersedia berbicara dengannya pada saat-saat seperti itu. Maka beliau menjawab:"Ini adalah teman Khadijah"
'Aisyah kembali bertanya:"Apa yang kalian bicarakan, wahai Rasulullah?" Beliau menjawab:"Kami berbicara tentang Khadijah"

Ibu kita, Aisyah cemburu berat dan berkata: "Engkau masih mengingat perempuan yang sudah ditutupi tanah itu, padahal Allah telah menggantikan yang lebih baik darinya!"
Aisyah tidak menyadari bahwa itu adalah sebuah kekeliruan kecuali setelah nampak kemarahan di raut wajah Rasulullah saw. Ketika itu pun beliau bersabda: "Demi Allah, tidak ada yang dapat menggantikannya. Sungguh dia menghiburku saat orang-orang mengusirku dan membenarkanku saat orang-orang mendustakanku"
*Dialog yang sangat familiar ya.. :')

Aisyah menyadari kemarahan kekasihnya, maka dia segera berkata: "Maafkan aku, wahai Rasulullah". Beliau bersabda: "Minta maaflah kepada Khadijah, baru aku akan memaafkanmu"

Sebegitunya Nabi kita teramat cinta..bahkan istrinya Aisyah diminta meminta maaf kepada seseorang yang sudah tiada? Hiks.. Sungguh, binar-binar cinta pertama itu tidak meredup, namun terus bersinar di relung-relung hati Muhammad, shalallahu 'alaihi wassalam.

Meski waktu datang dan berlalu
Sampai kau tiada bertahan
Semua takkan mampu mengubahku
Hanyalah kau yang ada di relungku
Hanyalah dirimu
Mampu membuatku jatuh dan mencinta
Kau bukan hanya sekedar indah
Kau tak akan terganti
(Marcell-Takkan Terganti)