Pacaran
dikatakan hubungan gelap? Ya, sebab, ikatan antara laki-laki dan
wanita yang sah dalam pandangan Islam adalah dengan khitbah dan
nikah. Nggak ada selain itu. Dengan demikian yang boleh dibilang
sebagai hubungan yang ‘terang’ itu adalah khitbah dan nikah itu.
Namun demikian, jangan dianggap bahwa khitbah sama dengan pacaran
islami, lho. Itu salah besar sodara-sodara.
Sobat
muda muslim, khitbah dalam bahasa Indonesia artinya meminang. Udah
pernah kenal istilah ini? Jangan sampe kuper ya? Apalagi selama
ini, kayaknya banyak juga dari kita yang nggak kenal istilah-istilah
islami. Yang kita hapal betul dan udah terformat dalam otak dan
pikiran kita adalah istilah dan aturan main yang bukan berasal dari
Islam. Jadinya ya pantes aja nggak ngeh, bahkan mungkin nggak
kenal sama sekali. Memprihatinkan memang.
Anehnya,
kita lebih kenal dan paham istilah pacaran. Akibatnya, sebagian
besar dari kita mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari. Maklum,
perbuatan itu kan selalu berbanding lurus dengan pemahaman. Itu
mutlak lho, nggak bisa ditawar-tawar lagi.
Ujungnya,
ada juga yang kemudian menganggap bahwa pacaran adalah semacam
aktivitas ‘wajib’ bagi orang dewasa, ketika ingin memilih or
mencari pasangan hidup. Itu sebabnya, jangan heran pula kalo ada ortu
yang begitu resah dan gelisah ketika menyaksikan anak gadisnya masih
menyendiri. Pikirannya selalu yang serem-serem. Ujungnya, untuk
mengusir perasaan itu, nggak sedikit ortu yang tega ngomporin
anaknya supaya nyari pasangan.
Dalam beberapa kasus malah lebih
mengerikan, ada ortu yang ngasih pernyataan, bahwa siapa pun deh
pacar anak gadisnya yang penting laki-laki. Wacksss? Nah lho, apa
nggak salah tuh? Tentu salah dong dalam pandangan Islam. Kok nggak
disuruh nikah? Kok malah dibiarin pacaran dulu? Waduh. Bahaya Mas!
Dan, tentunya ada juga di antara mereka yang menjalani aktivitas itu
karena memang nggak tahu hukumnya, alias kagak nyaho.
Khitbah saja!
Lho,
iya, ngapain dilama-lamain, kalo emang kamu udah merasa cocok dan
yakin dengan pilihanmu dengan kriteria.
Nggak usah ragu Mas, silakan saja. Kalo masih ragu, coba lakukan
sholat istikharah. Siapa tahu tambah ragu, eh, sori, bisa bikin
yakin hati kamu.
Oya, gimana sih cara kita melakukan khitbah sama gadis
idaman kita?
Nggak
susah. Kalo kamu udah siap mental, insya Allah kendala yang lain bisa
diatasi. Awalnya, pas kamu dapet ‘kembang’ yang bisa membikin hatimu
kesengsem, dan itu kemudian terus membetot-betot hatimu untuk
selalu tentrem kalo mengingat namanya, apalagi sampe ketemu segala.
Nah, kalo kamu berani, bilang aja sendiri sama beliau kalo kamu tuh
tertarik. Aduh, ‘radikal’ amat?
Ah,
nggak juga tuh. Mudahnya begini. Jurus pertama, tanya dulu, apakah
doi udah ada yang punya atau belum. Soalnya jangan sampe kita meminang
pinangan orang lain. Bisa gaswat. Namanya juga orang. Punya hati,
dan sangat mungkin sakit hati. Kalo sampe begitu, udah mending kalo
cuma digebukin pake omongan, lha kalo sampe digebukin pake
pentungan besi? Nggak mustahil kalo urusannya bisa langsung ngontak
tukang gali kubur kan?
Abu Hurairah yang berkata:
“Rasulullah saw. bersabda: ‘Seorang laki-laki tidak boleh meminang
perempuan yang telah dipinang oleh saudaranya." (HR. Ibnu Majah)
Kalo
ternyata gadis itu masih ‘sendiri’? Nggak dilarang kalo kamu
ngajuin pinangan. Lebih sueneng lagi kalo doi menyambut cinta kita.
Aduh enake.
Jadi jurus keduanya, langsung datengin ortunya. Minta
langsung kepada mereka. Tapi jangan ngeper ya? Jangan sampe pas
dateng ke rumahnya, begitu pintu dibuka, yang muncul adalah lelaki
setengah baya dengan kumis tebel segede ulet jambu, kamu langsung
ngibrit balik lagi. Yee… itu sih kebangetan. Hadapi aja. Nggak usah
takut.
Kata pepatah; segalak-galaknya macan, nggak bakalan berani
makan sendal, eh, anaknya sendiri.
Lagian,
itu kan boleh dibilang camer (calon mertua), ngapain kudu takut
segala. Iya nggak? Sampaikan saja apa maksud kedatangan kamu ke
mereka. Bahwa kamu berminat kepada putri mereka, dan serius ingin
membina rumah tangga dengannya. Kalo ditolak? Ya, jangan sampe dukun
bertindak dong. Itu namanya cinta terpadu, alias terpaksa pakai
dukun. Nggak boleh. Kalem aja. Sabar. Kembang tak hanya setaman.
Ceileee.. menghibur diri, padahal mah hati serasa kompor meledug!
Jadi intinya, kamu mengkhitbah akhwat pujaan hatimu itu langsung ke
ortunya. Tentunya setelah oke dengan doi dong. Kenapa kudu
menyampaikan ke ortunya? Lho, itu kan walinya. Sebab seorang gadis
itu dalam pengawasan walinya. Karena walinya (ayah, dan saudara dari
ayahnya), bertanggung jawab penuh.
Anas
bin Malik berkata: “Mughirah bin Syu’bah berkeinginan untuk
menikahi seorang perempuan, lalu Rasulullah memberi nasihat kepadanya:
“Pergilah untuk melihat perempuan itu, karena dengan melihat itu
akan memberikan jalan untuk lebih dapat membina kerukunan antara
kamu berdua” Lalu ia pun melakukannya, kemudian menikahi perempuan
itu, dan ia menceritakan tentang kerukunan dirinya dengan perempuan
itu. (HR. Ibnu Majah)
Sobat
muda muslim, kayaknya kalo dibahas terus bakalan asyik juga ya?
Tapi sayang, buletin ini nggak cukup menampung semua persoalan itu.
Jadi intinya, bagi kamu yang udah siap moril, materiil, maupun
‘onderdil’, segera saja menikah. Mau khitbah dulu juga boleh.
Firman Allah Swt.: “Dan
kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antaramu, dan orang-orang
yang layak dari hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka
miskin, Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Alah
Maha Luas lagi Maha Mengetahui. (TQS an-Nûr [24]: 32)
Rasulullah saw. bersabda:
“Ada tiga golongan yang berhak ditolong oleh Allah Swt: Seorang
Mujahid di jalan Allah, Mukatab (budak yang membeli dirinya dari
tuannya) yang mau melunasi pembayarannya, dan seorang yang kawin
karena mau menjauhkan diri dari yang haram” (HR Tirmidzi dari Abu Hurairah)

